Jenis Proyek: Pembangunan Tambak Udang Intensif Skala Besar
Lokasi: Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia (pusat utama budidaya udang)
Skala: 15 kolam udang dengan luas total 12.000 m², kedalaman rata-rata 1,8 m; terutama untuk budidaya Penaeus vannamei
Permintaan Inti: Mengatasi masalah rembesan air pada kolam air payau guna mempertahankan salinitas dan tingkat permukaan air yang stabil; memastikan geomembran tidak beracun dan aman bagi pertumbuhan udang; tahan terhadap korosi akibat air payau dan obat-obatan budidaya akuakultur; mampu beradaptasi dengan iklim tropis panas dan hujan khas wilayah setempat; memenuhi standar keselamatan akuakultur Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP).
Proyek ini menggunakan geomembran HDPE bermutu pangan tebal 1,2 mm buatan kami, yang sepenuhnya mematuhi standar Codex Alimentarius Commission (CAC) serta persyaratan keselamatan akuakultur Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP). Produk ini secara khusus dioptimalkan untuk skenario budidaya udang dengan 5 keunggulan inti:
Anti-Rembes Efisien & Retensi Salinitas: Koefisien permeabilitas ≤1×10⁻¹³ cm/detik, mengurangi kehilangan air akibat rembesan lebih dari 98%. Secara efektif mempertahankan salinitas stabil di kolam udang, sehingga menghindari biaya tambahan akibat pergantian air dan kehilangan garam yang sering dilakukan.
Tidak Beracun & Aman bagi Udang: Terbuat dari bahan baku HDPE baru 100%, tidak beracun dan tidak berbau, tanpa zat berbahaya yang terlepas. Telah lulus uji keamanan kontak dengan makanan, sepenuhnya memenuhi persyaratan budidaya udang yang aman.
Ketahanan Kuat terhadap Korosi & Iklim: Tahan terhadap korosi air payau, antibiotik akuakultur, dan kotoran udang. Dilengkapi aditif tahan UV yang ditingkatkan, sehingga mampu menahan sinar matahari intens dan hujan tropis lebat di Indonesia, dengan masa pakai lebih dari 25 tahun.
Permukaan Halus & Pengelolaan Mudah: Permukaan halus mencegah akumulasi lumpur dan pertumbuhan bakteri, memudahkan pembersihan kolam serta pemberian pakan udang. Mengurangi risiko penyakit udang dan meningkatkan efisiensi pengelolaan kualitas air.
Dapat Disesuaikan & Konstruksi Mudah: Kami menyediakan layanan kustomisasi ketebalan (0,8–2,0 mm) dan lebar sesuai ukuran kolam serta kepadatan budidaya. Konstruksi dengan teknik pengelasan peleburan panas efisien, dengan tingkat kelayakan sambungan las 100%, sehingga memperpendek masa konstruksi.
1. Perlakuan Fondasi Kolam Udang: Ratakan dasar dan lereng kolam udang, buang benda tajam (batu, kaca, akar pohon), serta padatkan tanah untuk mencegah tusukan geomembran. Untuk daerah rendah, lakukan perlakuan anti-penurunan.
2. Pemasangan Geomembran: Pasang geomembran mulai dari dasar kolam hingga ke lereng, dengan lebar tumpang tindih ≥15 cm antar geomembran yang bersebelahan. Hindari ketegangan dan kerutan agar geomembran menempel rapat pada fondasi, terutama di tepi kolam dan outlet pembuangan.
3. Pengelasan & Penyegelan: Gunakan mesin pengelasan termal dua jalur profesional untuk pengelasan area luas; untuk sudut-sudut dan sambungan pipa, gunakan pistol las manual guna penyegelan yang presisi. Lakukan uji tekanan udara pada semua jahitan las guna memastikan tidak terjadi kebocoran air.
4. Inspeksi Pasca-Konstruksi: Lakukan uji pengisian air dan deteksi kebocoran menggunakan kotak vakum. Setelah dipastikan tidak terjadi kebocoran, oleskan lapisan tipis pasir halus di permukaan geomembran (untuk melindungi geomembran dan menyediakan habitat yang sesuai bagi udang) sebelum kolam digunakan.
Manfaat Budidaya Udang
Setelah 2 siklus budidaya (8 bulan), tingkat kelangsungan hidup udang mencapai 85% (20% lebih tinggi dibandingkan tambak tanah konvensional), berat rata-rata udang dewasa meningkat sebesar 15%, dan hasil panen per hektare meningkat sebesar 30%.
Efek Penghematan Biaya
Frekuensi penggantian air berkurang sebesar 60%, biaya garam dan air berkurang sebesar 40%. Tingkat penyakit udang menurun, sehingga menghemat biaya obat budidaya sebesar 35%.
Kinerja stabil
Geomembran tetap utuh di bawah kondisi tropis bersuhu tinggi (34–40℃) dan hujan, tanpa tanda-tanda penuaan, retak, atau kebocoran. Kualitas air dan salinitas tetap stabil, memastikan proses budidaya yang berkelanjutan dan andal.
Geomembran HDPE kami merupakan pilihan utama bagi tambak udang di Indonesia, cocok untuk spesies Penaeus vannamei, Penaeus monodon, dan spesies lainnya. Kami menyediakan sampel gratis serta layanan khusus — hubungi kami sekarang untuk mendapatkan sampel dan solusi terpersonalisasi yang memenuhi standar KKP Indonesia!