Jenis Proyek: Renovasi Kolam Budidaya Ikan Intensif Skala Besar
Lokasi: Pulau Luzon, Filipina
Skala: 12 kolam ikan dengan luas total 8.000 m², kedalaman rata-rata 2,5 m
Kebutuhan Utama: Mengatasi masalah kebocoran air pada kolam air payau guna mempertahankan ketinggian air yang stabil; mencegah kontaminasi tanah terhadap air budidaya; tahan terhadap erosi akibat obat-obatan budidaya dan kotoran ikan/udang; memenuhi standar keamanan CAC dan DA-BFAR Filipina guna menjamin budidaya yang aman dan efisien.
Proyek ini mengadopsi geomembran HDPE bermutu pangan tebal 1,0 mm buatan kami, yang sepenuhnya mematuhi standar Komisi Codex Alimentarius (CAC) serta persyaratan keselamatan akuakultur terkait dari Departemen Pertanian Filipina—Biro Perikanan dan Sumber Daya Akuatik (DA-BFAR). Produk ini dirancang khusus untuk skenario kolam ikan payau dan tawar di Filipina dengan 4 keunggulan utama:
Anti-Rembes Tinggi Efisiensi: Koefisien permeabilitas jauh lebih rendah daripada standar industri, sehingga dapat mengurangi kehilangan air akibat rembesan lebih dari 98%. Hal ini secara efektif menghemat sumber daya air dan menghindari kesulitan pengisian ulang air yang sering dilakukan.
Aman & Tahan Korosi: Terbuat dari bahan baku HDPE bermutu pangan, tidak beracun dan tidak berbau, tanpa zat berbahaya yang terlepas, sehingga memenuhi persyaratan keselamatan akuakultur. Produk ini mampu menahan korosi akibat antibiotik akuakultur, kotoran ikan, serta zat kimia lainnya, dan tidak berdampak negatif terhadap pertumbuhan ikan.
Permukaan Halus & Mudah Dikelola: Permukaan geomembran halus, sehingga tidak mudah menjadi tempat berkembang biak bakteri dan alga, serta memudahkan pembersihan kolam dan pengelolaan sekumpulan ikan. Hal ini juga mengurangi adhesi kotoran ikan, sehingga meningkatkan kualitas air di kolam ikan.
Tahan Lama & Mudah Dipasang: Memiliki ketahanan cuaca dan ketahanan terhadap penuaan yang sangat baik, serta dapat digunakan secara stabil selama lebih dari 25 tahun di lingkungan luar ruangan. Pemasangan dan pengelasannya dapat dilakukan dengan cepat menggunakan teknologi peleburan panas, sehingga masa konstruksi singkat dan biaya komprehensif rendah.
1. Persiapan Fondasi Kolam: Ratakan dasar dan lereng kolam ikan, buang benda tajam seperti batu, kaca, dan akar pohon, serta padatkan tanah untuk mencegah tusukan pada geomembran.
2. Pemasangan Geomembran: Pasang geomembran mulai dari dasar kolam ke arah lereng, dengan lebar tumpang tindih ≥15 cm antar geomembran bersebelahan. Hindari tarikan berlebih dan kerutan selama pemasangan guna memastikan kedekatan sempurna antara geomembran dan fondasi.
3. Pengelasan & Penyegelan: Gunakan mesin pengelasan termal berjejak ganda profesional untuk mengelas bagian yang tumpang tindih, serta lakukan uji tekanan pada setiap jahitan las guna memastikan tidak terjadi kebocoran air.
4. Inspeksi Pasca-Konstruksi: Lakukan uji deteksi kebocoran menyeluruh di kolam ikan dengan metode uji pengisian air dan uji kotak vakum, dengan tingkat kelulusan 100% sebelum kolam dioperasikan.
Efek Konservasi Air
Setelah beroperasi selama 8 bulan, tingkat kebocoran air kolam ikan kurang dari 2%, sehingga menghemat biaya pengisian ulang air sekitar 30% dibandingkan dengan kolam tanah asli.
Manfaat Budidaya
Kualitas air stabil, tingkat penyakit bandeng dan udang turun sebesar 40%, tingkat kelangsungan hidup benih meningkat sebesar 15%, serta hasil panen per hektare meningkat sekitar 20%.
Biaya Komprehensif
Biaya konstruksi awal rendah, dan hampir tidak ada biaya pemeliharaan pada periode berikutnya. Investasi dapat dikembalikan dalam 1–2 siklus budidaya.
Geomembran HDPE kami cocok untuk berbagai skenario akuakultur di Filipina, termasuk kolam bandeng air payau, kolam udang, kolam ikan nila air tawar, dan lain-lain. Kami menyediakan layanan khusus untuk ketebalan (0,8–3,0 mm) dan lebar. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan sampel gratis serta solusi yang disesuaikan sesuai dengan standar lokal Filipina!